Jumat, 01 Oktober 2010

memories of new york

"In New York,
Concrete jungle where dreams are made of,
There's nothing you can't do,
Now you're in New York,
These streets will make you feel brand new,
The lights will inspire you,
Let's hear it for New York, New York, New York "

Just watched empire state of mind video and I,

miss the annoying JFK’s security officer

miss the hectic morning rush

miss the morning beagle and coffee

miss drinking a hot chocolate in the middle of a freezing winter at time square

miss the subway machinist saying “stand clear from the closing door please”

miss the roast duck in china town

miss the yellow new york cab

miss the time square, broadway, central park, liberty, and battery park

miss the super tight security check

miss Indonesia’s consulate general

miss eating indomie, energen, and mie gelas at Indonesia’s consulate general

miss the smell of the trouble heater at Indonesia’s consulate general

miss getting stuck at Pen Station by the storm

miss the M&M’s and Hershey’s stall

miss the guy at the apple store that made me looked like a fool

miss playing snow ball war

miss watching a friend got stuck at Macy's gate

miss watching Sandra Bullock passed by with my own eyes

miss singing new york new york at new york

miss my friends so much

really miss New York, wish I could stop by again..

Kamis, 24 Juni 2010

some unique things from hong kong airport

Kemarin saya menonton siaran national geographic yang membahas mengenai bandara Hong Kong. Bandara Hong Kong merupakan salah satu bandara tercanggih di dunia. Namun, ada beberapa sisi lain yang tidak diceritakan dalam siaran tersebut yang unik, dan juga saya kira susah dijumpai di bandara lainnya.

Bandara Hong Kong terletak persis di pinggir laut. Salah satu dampak dari letak geografis yang berada di pinggir laut adalah angin yang besar. Turbulence saat hendak landing atau take off merupakan hal yang lumrah. Hal ini yang saya alami saat mau landing di Hong Kong. Namun, turbulence yang terjadi cukup besar, yang mengakibatkan pesawat bergoyang-goyang cukup hebat, penumpang di sekitar saya mual dan muntah, anak kecil yang menangis, sampai ada beberapa penumpang yang teriak-teriak.

Suasana bandara Hong Kong memang sangat sibuk, ada sangat banyak orang yang datang dan pergi. Setelah turun saya dan teman-teman saya berjalan mencari gate pesawat selanjutnya. Kebetulan kami menemui petugas bandara yang sebenarnya bertugas megarahkan jalan kami. Saat berjalan, dia berkata "hello', dan kami balas, "hello". Saya berpikir bahwa petugas tersebut menyambut kami para penumpang yang baru datang. Namun, dia mengulangi kata-katanya lagi, dan dia mengarahkan kami untuk datang lewat jalan yang dijaga oleh dia. Saat itu kami baru sadar, "hello" yang dia maksud adalah lewat sini. Saat telah lewat petugas tersebut, dia mengucapkan "bye-bye" sambil menunjuk arah jalan, dan saya sadar bahwa maksud "bye-bye" tersebut adalah lewat sana.

Saat berada di bandara internasional, akan banyak bahasa yang kita dengar dari ucapan para pengunjung. Hal ini yang saya jumpai dari bandara hong kong. Namun, saat berjalan-jalan ada orang berbiacara sesuatu dengan bahasa yang cukup familiar. Dari kejauhan saya mendengar orang berkata,"iki piye". Bahasa dari tanah jawa asal kelahiran saya.

Bagi orang Indoensia yang memiliki tampang oriental, jangan bingung bila diajak berbicara dengan bahasa setempat. Hal inilah yang dialami teman saya, disangka sebagai orang setempat. Saat petugas keamanan betanya tanya, dia hanya diam karena tidak mengerti maksud yang dibicarakan petugas tersebut. Kemudian teman saya membalas dengan bahasa inggris, namun malah petugas tersebut yang diam. Akhirnya, petugas tersebut menggunakan sebuah bahasa universal yang pasti dimengerti oleh semua orang di dunia, bahasa isyarat.

Saat makan di restoran, jangan heran atau senang bila pramusaji berkata "beautiful" kepada anda. Kebetulan kami berempat, terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan, makan di sebuah restoran. Saat hendak memilih menu, dia tiba-tiba berkata "beautiful". Anehnya, dia tidak melihat ke arah kedua teman saya yang perempuan. Dia juga tidak melihat ke arah saya dan teman saya yang laki-laki (lebih aneh lagi). Dia berkata "beautiful" lagi, namun menunjuk ke arah menu. Ternyata, "beautiful" dalam kamus dia berarti enak.

Bagi yang penasaran, cobalah saat berpergian jauh menggunakan pesawat Cathay Pacific. Bukan bermaksud promosi, tapi setiap pesawat Cathay Pacific transit di bandara Hong Kong. Atau bila memiliki jiwa nasionalisme tinggi, anda dapat menggunakan pesawat Garuda ke Hong Kong.


Bandara Hong Kong, hebat dan unik. Wish I could go there again.

Rabu, 10 Juni 2009

united (reborn)

Setelah sekian lama menunggu akhirnya sepeda united gw dateng juga. Sepeda yang udah gw beli dari pas gw masih SMP, tapi sayang kondisinya parah banget. Udah bener-bener ga bisa dinaikin, bannya udah jebol, jerujinya udah banyak yang copot, dan rantai yang sudah berkarat. Ya maklum, sepeda ini udah sekitar 5 tahun ga pernah dipakai.

Ada bebrapa alasan kenapa gw pengen naik sepeda, pertama gw lagi bosan naik motor, gw lagi pengen hemat pengeluaran, pengen mempromosikan sepeda buat mengurangi polusi dan kesehatan, and the last but not least gw sebenernya seneng sama style anak sepeda.

Abis dibawa ke Jogja, mumpung lagi ada mobil sepedanya gw benerin di Rodalink. Dan ternyata, biaya reparasi sepeda gw 700 ribu, padahal sepedanya dulu gw beli dengan harga sekitar 800 ribu. Dan karena kalap gw langsung setuju, mungkin kalo sepedanya gw kilo-in di tempat besi bekas trus beli sepeda yang baru jatuhnya bisa lebih murah.

Gw punya target sepedaan jangka panjang, pertama gw pengen ke solo, kalo udah ke semarang, dan kalo udah dua-duanya baru gw mo sepedaan ke jakarta. Bokap gw dulu pas SMA pernah naik sepeda dengan rute jogja-semarang-pantura-bandung-jakarta, FYI bokap jaman dulu menggunakan sepeda ontel, gilee ga kebayang kaya apa capeknya. Dan karena itu, gw jadi terobsesi buat ngalahin rekornya.

Lalu tentang tujuan gw buat mempromosikan go green dengan mengendarai sepeda tampaknya sudah mulai ada tanda-tanda sukses, beberapa temen gw jadi mulai tertarik naik sepeda. Bahkan ada juga temen gw yang mau naik ikut gw naik sepeda ke kaliurang pas acara KREASI besok. Padahal sepedaan baru sampe pakem aja pasti capeknya setengah mati.
***
Pada suatu hari gw naik sepeda, gw jadi inget kenangan masih kecil pada saat main sepeda. Jadi, hari itu gw pengen berangkat naik sepeda ke SD. Gw berdua sama temen gw. Pada saat pagi-pagi sebelum sekolah jalanan cukup ramai, dan teman gw menabrak tukang bubur yang lagi jalan. Saya yang berada di belakangnya melihat kejadian tersebut. Seperti orang menebang pohon besar, gerobak buburnya jatuh secara perlahan. Dan” duerrr”, gerobaknya jatuh dan isinya berserakan. Abangnya marah-marah dan kita kabur.
***
Gw sebenarnya udah cukup lama memendam keinginan untuk mendapatkan lambang bike to work yang biasa dipasang dibawah saddle sepeda. Karena ambisi tersebut, pada suatu rabu sore gw sepedaan ke boulevard buat gabung sama orang-orang bike to work. Gw berdua sama temen gw yang gw temuin secara ga sengaja pas gw lagi sepedaan pulang. Kita berdua kesana, dan setelah sampai isinya bapak-bapak dan sepeda yang mereka gunakan juga bagus-bagus. Berhubung kita berdua ga memiliki teman disana, kan malu kalo tau-tau nimbrung aja, ntar dikira sok kenal. Lalu kita tidak jadi bergabung dan gw terpaksa memendam lagi keinginan gw untuk memiliki lambang sepeda bike to work.
***
Gw pernah membuat kesepakatan dengan seorang teman, jika nanti kita sudah besar olahraga yang ingin kita tekuni bukan golf seperti kebanyakan orang tapi sepeda gunung. Jika dipikir-pikir, sepedaan lebih berarti dibandingkan golf. Gerakan pada golf hanya itu-itu saja, tidak semua badan kita bergerak yang ada malah membuat punggung kita sakit, lalu dapat juga terjebak skandal seperti om Antazhari. Ingat kata bang napi ”kejahatan ada bukan karena adanya keinginan, tapi karena ada peluang, waspadalah.. waspadalah.”. Coba kalo sepeda gunung, mau selingkuh sama siapa? Masa selingkuh sama monyet.

Rabu, 03 Juni 2009

stopless time

Pada hari minggu kemaren gw diajak bokap ma nyokap buat ikut kumpul-kumpul temen SMAnya. Mereka berencana buat bikin reuni alumni PADMANABA angakatan 79 dan anak-anak mereka yang jadi tumbal (termasuk gw). Jadi yang junior diharuskan untuk menjadi panitianya. Berhubung tampaknya akan menyenangkan dan bisa berkenalan dengan orang-orang baru, gw mau-mau aja. 

Pertemuannya diadakan di sebuah tempat di daerah jetis yang merupakan hotel dan gallery. Ternyata tempat yang dari luar eksklusif + mistis + unik dan udah bikin gw penasaran sekian lama punya salah seorang temen SMA babe gw. 

Berhubung junior yang dateng cuma gw seorang, gw lebih banyak diam. Gw lebih banyak memperhatikan mereka sambil sesekali makan dan minum. Pada saat foto SMA mereka diperlihatkan dan dibandingkan dengan mereka sekarang, tampak perbedaan umur yang sangat mencolok. Keriput dan uban sangat menekankan umur mereka yang sudah tidak muda lagi.

Mereka yang sudah tidak muda lagi begitu bertemu dengan teman-temannya jadi tampak seperti anak SMA kembali, hanya dengan casing umur yang berbeda. Guyonan-guyonan pas SMA keluar dan tidak jauh berbeda dengan guyonan gw sekarang. Ke-narsisan mereka juga muncul kembali pada saat ingin difoto.

Ada salah satu temannya bokap, dia biasa dipanggil gombal munyuk. Orangnya emang agak sableng, biar udah tua juga masih sableng. Trus kalo di kelas, dia termasuk jajaran orang-orang di klasemen degradasi. Kata yang lain, kalo dia lulus pasti 1 kelas lulus semua. Dan guess what? Dia sekarang udah jadi doktor. 

Setelah selesai gw mengantar bokap+nyokap dan ketiga temannya untuk menjenguk salah seorang teman SMAnya yang sedang sakit. Setelah sampai, gw ga ikut turun dan nunggu di mobil karena hujan yang sangat deras. Saat mereka kembali, gw ngeliat fotonya dengan miris. Keadaan teman mereka sangat mengenaskan. Teman yang dulu riang dan ceria sekarang terkulai lemah tak berdaya dan sangat kurus seperti hanya tulang dibalut kulit. Gw jadi mikir, kalo ntar tua jadi kaya apa ya?

Waktu begitu dinamis, berbagai hal dapat terjadi dalam sekejap mata. Kalo kata mbah Einstein “satu-satunya yang tetap pada waktu adalah perubahan itu sendiri”. Kalo kata kura-kura yang di kung fu panda "yesterday is history, tomorrow is mystery and today is a gift". Intinya, time is so precious, don’t ever waste it.

Kamis, 07 Mei 2009

my diminishing return's peak

The law of diminishing returns states that satisfaction will reduce, along with the increase in intensity. I think now I’m at the peak point of the diminishing returns. I’m getting bored with all of my activities. I don’t mean that it’s not fun, but the fun is reducing little by little and now I 'm starting to lost the fun.

Back to the diminishing returns, to increase again the satisfaction, the way is to reduce the intensity. I think I’ll try to vacuum a little bit, after I’m done with all my jobs. Just like fasting, we don’t eat and drink and when we open fasting the food and drinks tastes very good.

Actually, I’m a person who easily gets bored. I don’t like doing routine things without an increase, I don’t like a black and white life, I need colors, I need an increase, I need a challenge. I’ll try to find something new, either it’s a new environment or new activities. Or maybe I’ll try the Chris McCandless's way hehe.

Any advice?

bloody skating

Pertama kali skating nih setelah sekian lama ga pernah lagi. Gw terakhir skating pas kelas 2 SD, eh gw pas kelas 3 SMA sempet skating sekali deng, di taman anggrek.

Jadi kemaren pas gw lagi mau melakukan manuver, tiba-tiba gw terbanting dengan keras. “Jdug”, kejadiannya terjadi dengan sangat cepat, badan gw terhempas dan landing dengan menggunakan dagu, tanpa sadar gw udah tiduran dengan tengkurap di es. Salahnya, gw langsung muter dengan kecepatan tinggi, padahal gw baru aja bisa skating.

Setelah itu, rahang gw terasa sakit sekali, dan kepala gw masih puyeng karena benturan tersebut. Tapi berhubung teman gw lagi nonton di depan, gw langsung berdiri dengan terhuyung-huyung dan memberikan dadah dan senyuman kepada mereka. Setelah itu, gw duduk di pinggir. Teman-teman yang lain langsung datang dan mendekati, mereka tertawa-tawa.

Tiba-tiba Ian berkata, “Plak, berdarah”, karena Ian suka iseng, gw ga percaya trus gw nanya ke Annur, “giman nur?”, “Berdarah di, banyak banget”. “Parah Plak” sambung Ian

Gw yang ga ngerasa sakit heran, mana mungkin bisa berdarah, trus gw ngeliat kebawah dan ternyata darah gw bercucuran.

Setelah itu gw dibawa ke ruang PPPK, trus diobatin sama mas Ari. Proses pengobatan tersebut juga direkam oleh Ian. Karena mas Ari orangnya senang bercanda, gw ga merasa tegang sama sekali. Tempat pengobatan yang biasanya diisi dengan suara tangis dan jeritan ga ada lagi. Adanya suara tawa canda. Begini sebagian percakapan kita di dalam:

ari : Wah, ini mesti dijahit mas

gw : yaudah, jahit aja. Tapi ntar jenggotnya bisa tumbuh lagi ga?

ari : bisa, tenang aja.

gw : tapi ntar tumbuhnya pitak ga?

ari : iya mas, ntar jadi agak jarang. Bentar ya, jenggotnya dicukur dulu biar bersih

gw : untung yang jatuh saya, coba kalo dia (Ian, dia bewokan) bisa sejam nyukur jenggotnya.


gw : mas, ntar jahitannya jadinya bagus ga?

ari : bagus, bekasnya ntar ga kelihatan kok

gw : Masa sih, saya pas sunat ada bekasnya

ari : ya beda

gw : Kalo mo dihias bisa ga?

ari : bisa-bisa, mo dibikin bentuk apa?

gw : haha.. tapi ntar ga ada tulisan made in Jogjanya kan?

Setelah selesai gw nyempetin buat foto bareng mas Ari dahulu. Oia, pas gw ngobrol sama temen gw, ternyata abis gw jatuh darah gw banyak berjatuhan, anak-anak kecil yang semula ramai tiba-tiba menjadi takut dan pulang. Waduh, ntar bisa bangkrut tempat skatingnya. Hahaha


Ps :

Thanks buat mas ari udah ngejahit dengan gratis. Tapi benangnya gede banget, masa kata dokter segede senar. Oia, videonya ud di upload lho, suaranya bagus mas. hehe

Rabu, 22 April 2009

Berita Duka


BERITA DUKA

TELAH BERPULANG

SENDAL BIRU


Pada saat liburan di dieng kemarin, motor gw mengalami kecelakaan. Karena hendak mengejar sunrise, gw jadi ngebut dan berhubung langit masih gelap jalanan jadi ga keliatan jelas. Tiba-tiba, “srooot” motor gw jatuh gara-gara nginjek lumpur. Dan parahnya, kejadian tersebut terjadi dua kali. Pas kejadian yang pertama tidak ada ada yang terluka, tapi pas yang kedua sendal biru gw putus. Dan dengan berat hati, sendal yang sangat gw sayangi, soulmate yang sudah menemani gw berpergian sekian lama harus gw tinggalkan. 

Selamat tinggal Sendal Biru..

Sebagai akibat dari kejadian tersebut, gw jadi kehilangan hasrat untuk ngeblog. Menulis di Sendal Biru jadi hampa tanpa adanya sendal biru, rasanya soul dari Sendal Biru juga ikut pergi.  

Tapi sekarang, gw udah kembali. Sendal Biru pasti sedih kalo blog sendal biru juga ikut berpulang. Semangat gw telah kembali. Seperti kata confucius, “our greatest glory is not in never falling... but in rising every time we fall”. 

Seiring berjalannya waktu, gw sedang mencari reinkarnasi dari sendal biru. Tiap mampir ke toko, pasti gw tak lupa menyambangi tempat sandal. 

sehabis tergedi